⭐ Khotbah 40 Hari Duka Cita
Disini dikatakan Allah mengetahui rancangan-rancangan-Nya. Itu sebabnya kalau kau sadar akan hal ini, kita akan mengucap syukur, karena apa yang terjadi pada kita selalu indah, karena planning Tuhan itu selalu indah. Ada sebuah kesaksian dari tahun 1980-an. Ada seorang anak muda cinta Tuhan luar biasa.
Terjemahanfrasa DUKA CITA dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "DUKA CITA" dalam kalimat dengan terjemahannya: Ini duka cita riil?
PenghiburanDuka Cita. Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 1 Tesalonika 5:16-18. Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Ibrani 10:35.
Didalam duka dan derita, sebagai bagian dari hidup, kita bisa menjalaninya di dalam Tuhan. Selalu ada cara untuk tetap bertahan. Bagaimanapun inilah akibat dari dosa manusia secara keseluruhan. Mencicipi dosa membuat manusia terhukum dengan maut dan penderitaan namun Tuhan ada.
Perhatianyang tidak bijak dapat muncul dalam bentuk duka cita (pada kematian seorang yang dikasihi), kesenangan (pada kematian seorang musuh), netral (sebagaimana seorang petugas krematorium), atau ketakutan (pada pikiran akan kematian dirinya sendiri). Di sana mesti selalu ada perhatian penuh, dorongan mendesak, dan pengetahuan.
Kata"berdukacita" yang dimaksud adalah perasaan duka dan sedih yang mendalam karena mengalami perlakuan tidak adil, bukan karena kesalahan atau kebodohan sendiri. Dalam situasi dukacita seperti ini, Yesus berkata bahwa mereka kelak akan menerima penghiburan yang sejati dari Bapa di sorga. Sebagai murid Kristus, mungkin ada di antara kita
TRIBUNJOGJACOM, SLEMAN - Ucapan duka cita terus membanjiri media sosial pasca-meninggalnya seorang suporter PSS Sleman Tri Fajar Firmansyah. Tri Fajar Firmansyah meninggal di RS Harjolukito
Dalamsetiap perayaan Paskah akan selalu bergema nyanyian "Kristus bangkit soraklahHaleluya". Itu adalah nyanyian sukacita kita orang Kristen, kita memperlihatkan bagaimana sukacita kita mengimani Tuhan yang hidup. Namun demikian, setelah nyanyian itu bergema kita akan kembali pada kehidupan sehari-hari.
Mandait" (bahasa batak) berarti: memungut, mengumpulkan. "Morit" (bahasa Lamaholot-Flores Timur) yang berarti: Hidup, Kehidupan. "Mandait Morit" merupakan sebuah narasi kehidupan yang dipungut-dikumpulkan di jalan waktu, yang tercecer di ruang-ruang kehidupan untuk dibagi, dikisahkan, baik dalam bentuk teks, audio maupun audio-visual, sebagaimana moto Mandait Morit: Berbagi KISAH, Berbagi KASIH.
. Minggu, 11 Juli 2021 Baca 1 Tesalonika 413-18 413 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 414 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 415 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 416 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 417 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 418 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini. Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia c LAI 1974 Kami tidak mau, . . . kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. —1 Tesalonika 413 Dalam perjalanan menuju bandara Heathrow, London, pengemudi taksi menceritakan kisah hidupnya kepada kami. Ia tiba di Inggris seorang diri saat berusia lima belas tahun, dengan tujuan menjauhi kehidupan yang sulit dan peperangan di kampung halamannya. Sekarang, sebelas tahun kemudian, ia sudah berumah tangga dan dapat menafkahi keluarganya, sesuatu yang tidak dapat dilakukan sekiranya ia masih tinggal di negaranya. Namun, ia juga sedih karena ia masih terpisah dengan keluarga dan saudara-saudara kandungnya. Ia mengatakan bahwa perjalanan hidupnya yang berat itu tidak terasa lengkap jika ia belum bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Terpisah dari orang-orang yang kita kasihi dalam hidup ini memang berat, tetapi kehilangan orang terkasih karena kematian terasa lebih berat dan membekaskan rasa kehilangan yang tidak akan teratasi hingga kita bertemu kembali dengan mereka. Kepada jemaat mula-mula di Tesalonika yang merenungkan tentang kematian, Paulus menulis, “Kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan” 1Tes. 413. Ia menjelaskan bahwa sebagai orang percaya di dalam Tuhan Yesus, kita dapat hidup dengan pengharapan akan bertemu lagi dengan mereka—untuk bersama-sama selamanya di hadirat Kristus Tidak ada pengalaman hidup yang meninggalkan bekas begitu mendalam seperti perpisahan, tetapi di dalam Yesus kita memiliki pengharapan untuk dipersatukan kembali. Di tengah dukacita dan kehilangan, janji tersebut dapat memberikan kepada kita penghiburan yang kita butuhkan —Bill Crowder WAWASAN Para ahli memperkirakan populasi Tesalonika pada abad pertama sekitar jiwa—kota yang sangat besar pada masa itu. Sebagai komunitas pelabuhan di Laut Aegea, Tesalonika adalah kota persimpangan penting yang menjadi titik pertemuan perdagangan dan kegiatan militer Romawi. Dominasi agama Yunani yang menyembah berhala, ditambah penduduk Yahudi yang vokal, menjadikan kondisi kota itu sebagai tantangan bagi jemaat Tuhan di Tesalonika. Tantangan-tantangan tersebut mengakibatkan penganiayaan berat, terutama dari para pemimpin rumah ibadat Yahudi. Setelah Paulus berkhotbah di rumah ibadat Yahudi selama tiga hari Sabat berturut-turut lihat Kisah Para Rasul 171-4, para pemimpin Yahudi menanggapi dengan kekerasan dan menuduh Paulus berkhianat kepada Kaisar Dari awal penuh gejolak itu, tumbuhlah salah satu jemaat paling signifikan pada era Perjanjian Baru—jemaat yang oleh para ahli dianggap sebagai teladan ideal komunitas orang percaya 1 Tesalonika 17. —Bill Crowder Bagaimana kematian orang terkasih telah meninggalkan bekas dalam hidupmu? Bagaimana cara Yesus menyediakan pertolongan dan pengharapan yang kamu butuhkan? Bapa, tidak ada satu hal pun di dunia yang dapat mengisi kekosongan hati yang kualami karena kematian orang yang kukasihi. Dekatkanlah diriku kepada-Mu agar aku terhibur oleh kasih dan karunia-Mu. Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 171-15
Filipi 3 - Pernahkah kita kehilangan orang yang sangat kita kasihi? Bagaimana rasanya? Atau mungkin saat ini kita sedang merasakannya. Dihibur orang, pasti. Banyak orang datang menghibur dan menguatkan, tapi yang dihibur merasa seperti hampa semuanya. Toh tidak mampu mengembalikan apa yang sudah terjadi. Berdukacita? Pasti! Karena kita manusia daging. Dukacita adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh semua manusia, termasuk orang percaya. Terutama kehilangan orang yang sangat kita kasihi di saat kita "tidak siap." Orang Kristen harus tetap siap. Renungan Tetapi, sebagai orang percaya, kita harus tetap bersukacita meski sedang berduka. Saat kita berduka adalah saat kita membuktikan ucapan penghiburan kita kepada orang yang berduka. Seperti yang menjadi bagian atau giliran yang sedang kita rasakan. Itulah waktu kita dan itulah waktu teman, saudara kita, atau orang lain. Maka kita harus membuktikan khotbah dan penghiburan bahwa kita harus bersukacita dalam segala hal, kepada dunia. Baik suka maupun duka. Baik senang, maupun tegang, baik bahagia, maupun dalam bahaya, tetap bersukacita. Kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus menasihati agar mereka bersukacita senantiasa di dalam firman Tuhan hari ini. "Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan." ay 1a_ Paulus menulis nesihat ini, berdasarkan pengalaman hidupnya. Bukan "mengarang bebas," sekedar kata-kata penghiburan. Dia juga sedang sangat menderita. Bayangkan, dia tidak bersalah, tapi dia dipenjara bertahun-tahun. Belum lagi penindasan karena iri, dengki dan intimidaai kepadanya, baik di dalam maupun di luar penjara. Paulus juga dikejar-kejar untuk dibunuh. Dalam perjalanan pelayarannya, Paulus beberapa kali hampir tenggelam. Kapalnya kandas dll. Pergumulan dan dukacita Epafroditus lain lagi. Dia harus menantang dan melewati "bayang maut" yang mengancam nyawanya. Hal yang sama juga berlaku atas kehidupan kita. Kita memiliki gumul juang hidup yang berbeda-beda. Berat ringannya sebenarnya sama. Tapi Tuhan mengizinkan semua terjadi sebatas kemampuan kita. Kalau kita mengalami pergumulan yang sepertinya jauh lebih berat dari orang lain, itu artinya kita adalah orang pilihan, istimewa dan kesayangan Allah. Jadi, dukacita jangan menguasai sukacita. Sukacitalah yang harus berkuasa atas dukacita jika kita bersyukur karena kita diberkarti, itu tanpa makna. Tapi jika kita terus dan tetap bersyukur meski berat beban menekan, dukacita menerjang, badai menderu, itu berarti sukacita kita menjadi penuh dan sempurna. Seperti yang terjadi pada Paulus dan Epafroditus dan banyak hamba Tuhan lainnya. Ingatlah bahwa Tuhan selalu memiliki rencana yang indah mulia, dahsyat dan luar biasa di balik alam kelam yang menimpa hidup kita. Pasti akan ada pelangi kasih yang tiada tara, Tuhan sediakan bagi kita. Asal kita tetap dalam identitas Kekristenan kita, yakni BERSUKACITA. Sukacita kita adalah "Sukacita Dalam Tuhan." Bukan sukacita atas kesengsaraan orang lain. Tapi sukacita kita adalah sukacita yang menyukacitakan Tuhan dan menguatkan serta membahagiakan sesama dalam situasi dan kondisi apapun juga. Tuhan tidak mengajarkan bersukacita hanya saat dapat berkat, senang, tenang dan bahagia. Tapi dalam segala hal. Baik dan tidak baik keadaannya, kita harus bersukacita. Memang, bersukacita dalam penderitaan, tidak segampang mengucapkan dan mengharapkannya. Tapi pasti akan seindah pelangi jika kita tetap bersukacita walau berdukacita, menderita dan bergumul dalam hidup ini. Karena itu, sebagai keluarga dan umat Kristen, jaga jati diri dan _life style_ kita yakni bersukacita dalam segala hal. Bukan bersukacita di atas penderitaan orang lain. Jika kita selalu hidup dalam sukacita dan membawa sukacita bagi orang lain, maka Tuhan Yesus akan bersukacita atas sukacita kita. Tuhan pasti akan menolong, memberkati dan menyertai hidup kita secara luar biasa dalam segala hal dan membuat segala sesuatu, indah pada waktunya. Amin DOA Tuhan Yesus, teguhkan kami agar selalu hidup sukacita meski berduka dan bergumul berat. Berkatilah kami agar jadi berkat bagi semua orang. Amin
Le Prophète ﷺ a dit Le temps viendra pour les hommes où quelqu’un déambulera avec des pièces d’or afin de faire l’aumône sans trouver personne pour l’accepter. On apercevra un homme solitaire suivi par quarante femmes qui se réfugieront auprès de lui, en raison de l’absence d’hommes et de la profusion de femmes. » [Sahih al-Bukhari 1414] قال رسول الله ﷺ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ، وَيُرَى الرَّجُلُ الْوَاحِدُ يَتْبَعُهُ أَرْبَعُونَ امْرَأَةً، يَلُذْنَ بِهِ مِنْ قِلَّةِ الرِّجَالِ وَكَثْرَةِ النِّسَاءِ ». صحيح البخاري ١٤١٤
khotbah 40 hari duka cita